Kemampuan vokal seorang James Vickery tidak perlu disangsikan lagi. Suaranya yang tinggi dan soulful menjadi senjata utamanya dalam bereksperimen dengan genre R&B dan soul yang digemarinya sejak dini. Lahir dengan kondisi tuli di salah satu telinganya, James Vickery berjuang melawan kekurangannya tersebut dan bertransformasi menjadi salah satu musisi menjanjikan asal Britania Raya. EP “Until Morning” yang dirilisnya tahun 2018 menjadi pembuka jalan untuk album debut yang sedang dipersiapkannya.

Simak obrolan singkat Creative Disc bersama James Vickery berikut ini.

Creative Disc: Apa kabar?
James Vickery: Baik, terima kasih..

Creative Disc: Ini kali pertamamu datang ke Jakarta dan juga main di Java Jazz. Apa tanggapanmu mengenai festival ini?
James Vickery: Ya betul, ini pertama kalinya saya datang kemari dan tampil di festival ini. Saya belum sempat melihat semuanya, tapi dari apa yang saya sudah lihat, sangat mengagumkan. Dan festival ini ternyata yang ke-15 kalinya. Sangat hebat.

Creative Disc: Kamu sedang berada di festival Jazz terbesar di Asia. Apakah ada diantara artis yang main disini yang ingin kamu ajak bekerjasama?
James Vickery: Mac Ayres, karena saya satu hotel dengannya dan sempat berbincang bersama. Sinead Harnet dan juga Raveena. Pokoknya semua yang beraliran R&B.

Creative Disc: Bagaimana kamu mendeskripsikan genre musikmu?
James Vickery: Menurut saya, timeless R&B, itu yang paling cocok.

Creative Disc: Saat kamu remaja, apakah menjadi seorang musisi adalah impianmu?
James Vickery: Saya rasa begitu, dan semuanya terjadi begitu saja. Saya lahir dengan keadaan tuli di telinga sebelah kiri, dan saya harus mengikuti program berbicara agar bisa bicara lancar dan jelas. Dan saat saya belajar bicara dengan jelas saya pun belajar cara bernyanyi. Dan dari situ saya mulai belajar musik jazz.

Creative Disc: Vokalmu yang lantang dan besar (saat bernyanyi) tidak diragukan lagi. Kapan kamu menyadari talentamu tersebut, serta kapan kamu berpikir untuk menjadikan bermusik sebagai karirmu?
James Vickery: Saya rasa semuanya terjadi secara tidak sengaja. Ibuku senang dengan musik Motown, ayahku gemar mendengarkan musik blues. Jadi pengaruh jazz datang dari ayah saya dan soul dari ibu saya, dimana ibu saya berdarah Afrika, yang menjadikan pengaruh gospel sangat kuat di dalamnya. Dan saya telah bermusik selama beberapa tahun dan tampaknya orang-orang cukup menyukainya, jadi saya rasa sangat terlambat untuk berhenti bermusik sekarang.

Creative Disc: Siapa inspirasi bermusikmu?
James Vickery: Saat bertumbuh saya mengidolakan para penyanyi bersuara besar, seperti Stevie Wonder, George Benson dan Michael Jackson. Juga Chaka Khan, Lauryn Hill dan Aretha Franklin. Dan dari situ saya sangat menginginkan untuk memiliki suara yang besar dan lantang seperti mereka. Itulah inspirasi saya.

Creative Disc: Kamu merilis EP “Until Morning” tahun lalu. Bagaimana EP tersebut berbeda dari EP sebelumnya?
James Vickery: Saya rasa EP pertama terlalu banyak pengaruh musik electronic, dan yang terbaru lebih mengarah pada soul, jazz dan R&B. Dan itulah yang ada dalam pikiran saya saat menulis ‘Until Morning’, sebuah lagu yang sangat berarti bagi saya. Dan saat saya merilisnya saya langsung mengetahui dari reaksi orang-orang yang mendengarnya bahwa itu adalah jenis musik yang perlu saya dalami.

Creative Disc: Apa yang menjadi influence utama dalam EP tersebut?
James Vickery: Salah satu artis yang bermain di festival ini, JMSN, saya mendengar banyak lagunya (saat menggarap EP tersebut). Juga Daniel Caesar, salah satu favorit saya. Ia memberi banyak pengaruh gospel juga dalam musiknya. Ia sangat jenius..

Creative Disc: Daniel Caesar sempat main di Java Jazz tahun lalu kalau tidak salah ingat…
James Vickery: Ya, saya menonton video penampilannya tersebut. Sangat mengagumkan. Musiknya merupakan salah satu influence terbesar dalam EP ini, dan tentunya pengaruhnya tersebut juga menjadi dasar untuk album saya berikutnya.

Creative Disc: Dari EP tersebut, lagu mana yang menurutmu paling terbaik?
James Vickery: Saya rasa ‘Until Morning’, karena lagu tersebut benar-benar membuatku tercengang, dan lagu itu juga jadi alasan kenapa saya bisa berada disini sekarang, membawa saya tampil di Colors, dan juga membuka banyak kesempatan bagi saya.

Creative Disc: Apakah ada artis / musisi yang sangat ingin kamu ajak kerjasama?
James Vickery: Hmmm…

Creative Disc: Mungkin Daniel Caesar?
James Vickery: Ya, saya sangat ingin kerja bareng dengannya. Sebenarnya ada beberapa artis yang sedang saya usahakan untuk terlibat dalam proyek berikutnya, tapi saya belum bisa menyebutkan namanya sekarang, tapi saya bisa sebutkan bahwa mereka adalah artis-artis klasik dan telah lama berkecimpung di dunia musik terutama R&B klasik. Saya berusaha bekerja dengan para dedengkot R&B. We’ll see..

Creative Disc: Sebutkan satu lagu yang sangat senang kamu bawakan?
James Vickery: Ada sebuah lagu yang belum dirilis, dan akan saya bawakan juga nanti dengan versi akustik. Sebuah lagu bercirikan balada gospel. Dan akan dirilis dalam waktu dekat dan akan terdapat dalam album terbaru saya nantinya. Lagunya berjudul ‘Save You’.

Creative Disc: Apa lagi yang sedang bergulir di dunia James Vickery?
James Vickery: Saya baru saja menandatangani kontrak rekaman, juga kontrak publishing. Dan juga saya sedang dalam pengerjaan album pertama saya. Saya terbang bolak-balik ke Los Angeles untuk pengerjaannya.

Creative Disc: Kapan rencana rilisnya?
James Vickery: Saya berharap akhir tahun ini bisa rampung dan siap rilis awal tahun depan.

Special thanks to Java Jazz Festival!