Sony dikabarkan terancam kehilangan akuisisi mereka untuk hak distribusi katalog Michael Jackson senilai $250 juta akibat tuduhan yang dilayangkan kepada mendiang Michael Jackson dalam film dokumenter HBO yang saat ini tengah hangat diperbincangkan, “Leaving Neverland”.

Dokumenter tersebut memberi fokus pada dua pria, Wade Robson dan James Safechuck, yang menuduh MJ melecehkan mereka secara seksual saat mereka masih kanak-kanak. Mereka sebelumnya telah mengajukan tuntutan hukum kepada pihak MJ selepas wafat di tahun 2009 lalu, namun dibatalkan oleh hakim di tahun 2017 karena dianggap perwakilan MJ tidak bisa dituntut atas prilaku sang penyanyi. Pihak keluarga MJ sendiri sudah mengecam dengan keras “Leaving Neverland” dengan menyebut jika tidak ada bukti untuk apa yang dituduhkan oleh Wade dan James.

Kini, dalam sebuah laporan terbaru dari The Wall Street Journal, disebutkan jika deal distribusi sepanjang 7 tahun Sony untuk musik MJ, yang disetujui di tahun 2017 lalu, bisa jadi akan mengalami masalah. Royalti dari platform streaming seperti Spotify dan Apple Music termasuk dalam deal ini, selain pemutaran di radio.

Namun kini, dengan munculnya kabar jika banyak radio di berbagai belahan dunia memutuskan untuk tidak lagi memutar lagu-lagu MJ, maka diperkirakan aksi ini akan mempengaruhi investasi Sony di hitungan beberapa pekan atau bulan mendatang. Radio sendiri terbukti masih berperan penting bagi perusahaan rekaman. Diperkirakan jika pendapatan dari radio global akan meraih $40 miliar di tahun 2019 ini, atau naik 1% dari tahun 2018.